Sabtu, 06 Juni 2020

Pohon Melon

Cara Menanam Melon Dalam Polybag di Halaman Rumah




Buah melon masih satu keluarga dengan buah semagka ataupun buah jenis labu labuan. Melon dengan rasa yang manis dan segar biasanya digunakan sebagai hidangan pencuci mulut ataupun dibuat jus segar untuk menghilangkan dahaga. Salah satu keistimewaan melon ini adalah memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Selain itu cara menanam melon juga sangat mudah tidak harus di tanah yang luas, cukup dengan bermodal polybag Anda sudah bisa memiliki kebun melon di halaman rumah Anda sendiri.
Tanaman melon ini sendiri termasuk dalam tanaman semusim atau setahun yang memiliki karakteristik menjalar dengan daun berbentuk menjadi dan memiliki batang membelit serta beralur kasar.
Kalau Anda memiliki sedikit waktu luang, lahan untuk meletakkan polybag serta hobi bercocok tanam maka Anda bisa mencoba sendiri budidaya melon di halaman rumah Anda sendiri dengan menggunakan pot ataupun Polybag.
Kali ini Kutanam akan memberikan panduan bagaimana cara menanam melon di halaman rumah Anda sendiri dengan menggunakan pot ataupun polybag. Caranya sangat mudah Anda hanya harus mengikuti step by step nya saja.

1. Syarat Tumbuh Melon

Syarat Tumbuh Melon
Dengan adanya melon di halaman rumah akan membuat rumah Anda menjadi lebih hijau dan sangat baik untuk lingkungan tinggal Anda.
Untuk hasil budidayanya, karena memiliki nilai ekonomis tinggi melon bisa Anda jual untuk mendapatkan keuntungan ataupun bisa Anda konsumsi sendiri. Ada beberapa tahapan yang harus Anda perhatikan saat akan menanam melon menggunaan polybag.
Supaya melon dapat tumbuh dengan baik dan sehat, sebelumnya ada beberapa syarat tumbuh yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Syarat tumbuh ini sebenarnya bersifat wajib, karena kalau salah satu syarat ini tidak bisa terpenuhi maka pertumbuhan melon tidak akan optimal.
  • Pertumbuhan melon akan sangat optimal pada ketinggian 250-800 meter dari permukaan laut
  • Iklim hujan antara 1.500 – 2.500 mm/tahun
  • Kelebaban udara 50-70%
  • Tanah yang digunakan adalah andosol atau tanah liat berpasir dengan kandungan organik tinggi

2. Mempersiapkan Alat dan Bahan

Untuk cara menanam melon di dalam polybag ataupun dalam pot sebenarnya tidak susah. Tidak membutuhkan lahan yang luas, hanya lahan secukupnya untuk meletakkan polibag ataupun pot yang berisi tanaman melon. Untuk dapat memulai Anda membutuhkan beberapa persiapan peralatan dan bahan sebagai berikutL
  • Polybag ukuran sedang 40x50cm atau 37x40cm
  • Lahan pekarangan, bersihkan supaya sanitasi tetap bersih
  • Lanjaran sepanjang 1,5cm – 2cm untuk ditancapkan pada media tanam
  • Peralatan lain seperti pisau potong, gunting, tali dan paku 2inch.

3. Mempersiapkan Bibit

Bibit melon bisa dibeli di toko pertanian dengan memilih bibit yang unggul serta tahan hama supaya tidak repot lagi ke depannya. Untuk mempersiapkan bibit ada beberapa hal yang harus Anda lakukan.
  • Rendam bibit di dalam air yang sudah dicampur dengan fungisida semalaman.
  • Tiriskan bibit lalu simpan dalam tempat gelap selama 12-14 hari hingga menjadi kecambah
  • Benih siap dipindah ke media semai
Untuk mempersiapkan media semai, lakukan 2 tahap berikut
  • Campurkan tanah dengan pupuk kandang, gunakan perbandingan 2:1
  • Masukkan ke dalam Polybag
Benih yang sudah siap untuk dimasukkan media semai dipersipkan untuk masuk ke dalam media semai. Perhatikan baik baik benih yang runcing harus dihadapkan kebawah dan pastikan media semai tidak terkena sinar matahari langsung. Siram media semai 2 hari sekali untuk mencegah media semai mengalami kekeringan.

4. Mempersiapkan Media Tanam

Mempersiapkan Media Tanam
Satu hal yang harus dipahami, media semai tidak sama dengan media tanam. Jadi untuk itu Anda harus benar benar mempersiapkan media tanam dengan sebaik baiknya. Untuk mempersiapkan media tanam ada beberapa hal yang harus Anda lakukan.
  • Persiapkan polybag
  • Buat media tanam dengan campuran tanah, pupuk kandang, arang sekam dengan perbandingan 1:2:3
  • Masukkan media tanam ke dalam polybag dengan ditambah 1 liter humic acid, 2 gram NPK dan 5 gram Furadan. Terakhir aduk rata.

5. Pemindahan ke Media Tanam

Bibit yang sudah berumur 2-3 minggu sejak masuk ke dalam media semai bisa dipindahkan ke media tanam. Saat ini biasanya tunas sudah mencapai ukuran 10cm.
Sebelum media tanam dapat dipergunakan, terlebih dahulu siram media tanam dengan air supaya akar cepat beradaptasi dengan media tanam.
Waktu terbaik untuk memindahkan dari media semai ke media tanam adalah pagi hari atau sore hari. Hindari pemindahan pada siang hari karena akan membuat akar menjadi rusak.
Biasanya tanaman melon mulai menjalar pada usia 5-8 hari setelah masuk ke media tanam. Pada usia ini sebaiknya pasang lanjaran supaya arah rambatan bisa diatur.


 

6. Memangkas dan Memilih Buah

 


Ini adalah langkah yang sangat penting untuk mengoptimalkan produktivitas dan juga pertumbuhan tanaman melon. Pemangkasan ini harus dilakukan setiap hari karena pertumbuhannya sangat cepat.
Pemilihan buah sebaiknya dipilih pada antara cabang ke 7 dan 12, Anda bisa memangkas cabang lain supaya pertumbuhannya bisa optimal, atau bisa juga Anda memangkas cabang yang muncul pada ketiak daun pertama hingga ke 8 dan biarkan daun ke 9 hingga 13 biarkan saja supaya buah bisa bertumbuh. Untuk daun ke 13 hingga ke 17 tidak perlu ada cabang yang dipelihara.

7. Pemberian Pupuk

Setelah melakukan pemangkasan cabang supaya pertumbuhan makin optimal, yang harus Anda lakukan adalah memberikan pupuk. Untuk pemberian pupuk ada beberapa hal yang harus Anda lakukan.
  • Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk mutiara 15gram dari setiap polybag.
  • Pemupukan susulan adalah NPK 16:16:16 dan KNO3, pemupukan dilakukan dengan cara ditaburkan di sekeliling tanaman. Atau bisa juga dicampur air lalu siram ke media tanam tanpa terkena tanaman
  • Pemupukan susulan pada hari ke 14 adalah NPK
  • Pemupukan susulan pada hari ke 24 adalah NPK
  • Pemupukan susulan pada hari ke 34 adalah NPK
  • Pemupukan susulan pada hari ke 44 adalah NPK
  • Pemupukan susulan pada hari ke 54 adalah KNO3
Dosis yang digunakan pada saat pemupukan adalah masing masing 10 gram per polybag dan untuk KNO3 adalah 1 gram per liter per pot.

8. Mengendalikan Hama dan Penyakit

Untuk mengendalikan hama, Anda bisa menggunakan insektisida atau bisa juga dengan membunuh dan membuang hama pada bagian yang dihinggapi hama.
Anda bisa menggunakan fungisida sisemik dan kontak untuk mencegah serangan penyakit, gunakan ini selang seling.

9. Pemanenan Buah

 

Bisanya buah mulai tumbuh pada umur 20 hari setelah tanaman melon ini ditanam. Anda bisa merawatnya hingga umur 60 hari hingga buah siap dipanen. Untuk dapat mengetahui buah siap dipanen atau tidak, Anda bisa melihat ciri ciri berikut ini:
  • Warna kulit buah putih kekuningan
  • Pada bagian tangkai terdapat cincin, atau lingaran retak
  • Aroma harum dapat dicium dari buah melon
Tidak terlalu sulit untuk melakukan budidaya tanaman melon di halaman rumah sendiri. Yang perlu dilakukan hanyalah sedikit ketelatenan dalam merawatnya.
Anda bisa menjadikan tanaman melon ini sebagai penghias taman ataupun ruangan, atau bisa juga dimasukkan dalam daftar agribisnis Anda karena melon memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi



Pohon Buah Naga

Cara Menanam Buah Naga (Yang Benar)

 

Saat ini siapa diantara kalian yang tidak mengenal buah yang satu ini? Tentunya semua orang di dunia termasuk di Indonesia sendiri sudah mengetahuinya, dari rasa dan bentuk yang unik menjadikan buah naga banyak ditemui di pasaran.
Ciri buah naga ini bisa dibilang sebagai jenis tanaman kaktus yang berasal dari Negara Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Kemudian buah naga berkembang di Negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Indonesia dan Malaysia karna sudah di budidayakan yang tersebar luas di negara-negara tersebut.
Buah naga ini mempunyai ciri spesifik yaitu adanya akar, batang, duri, bunga dan buah. Uniknya lagi, di tanaman buah naga ini mempunyai akar yang tumbuhnya tidak seperti tumbuhan lain, karena akar ini merupakan akar serabut yang berkembang dalam tanah pada batang atas sebagai akar gantung.
Bagi kepercayaan orang Vietnam dan Cina, buah naga ini dianggap buah yang membawa berkah. Dengan demikian, buah naga ini sering disandingkan di antara dua patung-patung naga yang berwarna hijau di atas meja Altar.
Ini menjadi kebiasaan dan adat bagi orang Cina dengan sebutan “Thang Loy” yang kemudian diterjemahkan oleh orang Eropa dengan bahasa Inggris menjadi “Dragon Fruit”.
Bagaimana cara menanam tanaman buah naga ini? Simak penjelasan berikut ini!
 

1. Persiapkan dan Pilih Lokasi Penanaman

 

Lokasi yang baik adalah yang memiliki ketinggian 0 sampai 350 mdpl dan memiliki curah hujan 720 mm per tahunnya. Kondisi yang terlalu basah dan kurang dari pancaran sinar matahari akan membuat buah naga mengalami busuk pada bagian batangnya.
Sebaiknya buah naga ditanam di lokasi yang memiliki gundukan tanah atau tegalan, hal ini dimaksudkan agar ketika hujan datang, tidak menimbulkan genangan air.

2. Buat Tiang Panjatan

Selanjutnya ketika lokasi telah siap, kalian bisa langsung membuat tiang panjatan, karena buah naga memiliki karakteristik tumbuh keatas dan tinggi, namun batangnya tidak kokoh. Maka, tanaman buah naga harus dibuatkan tiang panjat yang memiliki ukuran tinggi 1,5 m, pada bagian atasnya berbentuk tanda tambah (+).
Kalian bisa membuat tiang panjat dari beton atau kayu yang tidak terpakai. Perlu diingat, umur dari tanaman buah naga dapat mencapai 20 tahun lamanya, maka kalian harus teliti ketika memilih kayu yang kuat dan mewajibkan untuk membersihkan dan mengganti kayu apabila sudah lapuk dan rusak.

Pembuatan Tiang Panjatan untuk Tanaman Buah Naga 

Untuk mengetahui bagaimana cara agar tiang panjatan dapat dibangun, simak ulasannya berikut ini:
  1. Pertama-tama, kalian siapkan tiang panjat yang terbuat dari beton, mengapa beton? Karena beton memiliki karakteristik kuat yang berfungsi untuk menopang tanaman buah naga. Bisa juga menggunakan kayu, namun untuk penggunaan kayu, kalian harus rutin mengeceknya jangan sampai lapuk dan rusak termakan rayap. Kalian buat tiang panjat berbentuk silinder atau segiempat, memiliki ukuran diameter berkisar antara 20 hingga 35 cm. Tiang panjat memiliki ketinggian 1,5 hingga 2,5 m. Kemudian ditanam di kedalaman 50 cm, tujuannya agar lebih kokoh ketika berdiri.
  2. Siapkan ban motor bekas tanpa bagian ban dalamnya, kemudian buat penopang pada bagian atas tiang panjat, sehingga membentuk tanda tambah (+) dan tambahkan ban motor bekas sehingga berbentuk seperti kemudi mobil.
  3. Tiang dibuat berbaris yang memiliki jarak tanam antar buah naga berjarak 3 m.
  4. Buatlah saluran air dengan ukuran kedalaman 25 cm diantara barisan tiang panjat.

3. Buat Lubang Tanam

Setelah kalian membuat tiang panjatan untuk buah naga, selanjutnya kalian buat lubang untuk nantinya ditanam bibit buah naga. Berikut adalah cara-cara dalam melubangi tanah untuk buah naga, diantaranya:
  1. Kalian lubangi 4 lubang tanam di sekeliling tiang panjat. Masing-masing lubang tanam berukuran 60 x 60 cm dengan memiliki ukuran kedalaman 25 cm
  2. Lubang tanam yang sudah disiapkan kemudian diisi media tanam berupa campuran pasir, tanah, pupuk kandang dan pupuk kompos dengan perbandingan 2 : 1 : 3 : 1. Masukan campuran tersebut kedalam lubang tanam. Kemudian kalian siram campuran media tanam tersebut dengan air hingga kondisi jenuh, biarkan selama semalam sebelum kalian memulai untuk menanam buah naga..
  3. Selanjutnya setelah berumur 2 sampai 3 kalian berikan pupuk TSP secara melingkari tiang panjat sebanyak 25 gram dengan jarak 10 cm. Setelah itu kalian diamkan selama sehari dan boleh menanaminya dengan bibit setelah satu hari kemudian.

4. Mulai Pembibitan

Kemudian setelah kalian melakukan pencampuran media tanam, kalian bisa persiapkan bibit dari batang buah naga Apabila kalian baru pertama kali menanam buah naga dan tidak memiliki indukan pohon buah naga, disarankan untuk membeli bibit buah naga di toko-toko pertanian atau bisa langsung ke petaninya.
Untuk itu, kalian harus memperhatikan ciri-cirinya agar hasilnya nanti menjadi maksimal, berikut ciri-cirinya:
  1. Memiliki tunas yang berjumlah minimal 4
  2. Umur bibit yang sudah 2 bulan atau lebih
  3. Memiliki tinggi bibit diukur dari tunas baru minimal 50 cm, lebih bagus lagi berukuran 80 cm
  4. Memiliki batang yang berwarna hijau sehat, serta tidak ada tanda-tanda penyakit yang muncul
  5. Induk dari bibit buah naga yang baik adalah yang sudah berbuah sebanyak minimal 3 kali
Pembibitan Tanaman Buah Naga

Selain melakukan pembibitan melalui pembelian langsung dari toko-toko atau dari petani, kalian dapat melakukan pembibitan bibit buah naga melalui metode stek. Berikut adalah cara-cara pembibitan melalui metode stek, diantaranya:
  1. Cari induk bibit buah naga yang bagus, minimal sudah 4 kali mengalami pembuahan, memiliki diameter yang besar dengan ukuran 8 cm, memiliki panjang minimal 80 cm, memiliki batang berwarna hijau kelabu, sehat, keras dan umurnya tua. Calon bibit yang akan ditanam tidak boleh busuk atau terkena penyakit.
  2. Setelah itu kalian potong batang yang panjangnya 80 hingga 120 cm, sisakan paling tidak 20 persen pada bagian induknya agar tetap tumbuh, aka nada sisa 80 persen untuk bisa dijadikan bibit. Setiap bibit usahakan mempunyai minimal berjumlah 4 calon tunas.
  3. Kemudian, potong pada bagian batang dengan panjang masing-masing 20 sampai 30 cm. Pada bagian atas batang dipotong secara rata dan pada pangkal bawahnya kaling potong meruncing. Batang yang meruncing ini nantinya yang akan ditancapkan ke tanah
  4. Pada bagian batang bawahnya jangan lupa untuk di celupkan cairan fungisida untuk menghindari penyakit. Jikalau tidak ada cairan fungisida, kalian bisa menggantinya dengan bawang merah.
  5. Sebelum ditancapkan ke gundukan tanah atau polybag yang berisi media tanam, kalian oles obat perangsang akar pada pangkal batang bagian bawah. Tancapkan batang dengan kedalaman lubang 5 cm
  6. Selanjutnya kalian buat pelindung untuk menutupi stek batang buah naga agar terlindung dari serangan pancaran sinar panas matahari.
  7. Stek disiram minimal 2 kali sehari pada waktu pagi dan sore hari,
  8. Ketika berumur 3 minggu, kalian buka pelindung karena tunas pertama telah tumbuh, hal ini dimaksudkan agar terkena sinar matahari secara langsung.
  9. Terakhir, setelah tunas berumur 2 bulan dan memiliki tinggi sekitar 50 hingga 80 cm, kalian pindahkan tunas ke tiang panjat. Apabila bibit buah naga masih kecil, kalian tunggu sampai umurnya 3 bulan, apabila tunas tidak muncul maka bibit tersebut tidak berhasil alias gagal tumbuh.

5. Tanam Buah Naga

Penanaman Tanaman Buah Naga

Setelah semuanya siap, seperti pembuatan tiang panjat, pemberian campuran media tanam, maka selanjutnya masuk ke dalam tahapan untuk menanam tanaman buah naga. Berikut ini adalah cara menanam buah naga, diantaranya:
  1. Dalam setiap satu tiang panjat membutuhkan 4 bibit buah naga yang keempatnya ditanam mengelilingi tiang panjat tersebut, jaraknya perlu diperhatikan, yakni setiap bibit berjarak sekitar 10 cm.
  2. Kalian buat lubang tanam yang sudah dicampur dengan tanah, pasir dan pupuk tadi dengan ukuran kedalaman sekitar 10 hingga 15 cm
  3. Selanjutnya kalian pindahkan bibit buah naga kalian dari polybag ke dalam lubang tanam yang sudah digali tadi. Kemudian kalian timbun dengan tanah hingga padat
  4. Setelah itu kalian ikat batang keempat tersebut hingga menyatu dengan tiang panjat. Terus ikat hingga ketika tanaman buah naga memanjang 20 sampai 30 cm.
  5. Selanjutnya kalian potong tunas buah naga apabila telah tumbuh cabang sebelum mencapai puncak tiang panjat, sisakan 1 saja. Apabila telah mencapai tiang panjat, maka cabang boleh tidak dicabut, pada umumnya cabang berjumlah 5 ketika sampai ke tiang panjat.

6. Pelihara Tanaman Buah Naga

 


Setelah kalian tanam buah naga, maka pemeliharaan menjadi faktor yang sangat penting bagi kelangsungan hidup tanaman buah naga. Karena ketika kalian telah menanam buah naga secara baik, namun tidak diimbangi pemeliharaan yang baik pula, maka akan mendapatkan hasil yang tidak memuaskan. Untuk itu ada 5 hal yang disarankan untuk merawat tanaman buah naga agar dapat memiliki hasil yang baik ketika dipanen nanti, diantaranya:
  1. Lakukan Pengairan, lakukan penyiraman buah naga setiap 2 hari sekali pada waktu pagi hari dan sore hari disaat tidak hujan, perlu diingat jangan sampai tergenang air.
  2. Lakukan Pemangkasan, lakukan pemangkasan tunas kemudian sisakan 1 saja hingga batang mencapai ujung tiang panjat. Selanjutnya, pangkas tunas yang sudah busuk atau sudah terkena penyakit lalu timbun ke dalam tanah agar tidak menular ke batang tanaman. Cabang sebaiknya dipotong ketika sudah berbuah sebanyak 4 kali dan dijadikan bibit baru.
  3. Lakukan Pemupukan, untuk mempercepat proses pertumbuhan tunas buah naga, segera kalian lakukan pemupukan. Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk kompos dan pupuk kandang, bagi kalian yang ingin menggunakan pupuk kandang, maka pastikan pupuk tersebut berasal dari kotoran ayam, karena pupuk dari kotoran ayam merupakan jenis pupuk kandang yang paling baik. Apabila kalian ingin menggunakan pupuk organik, maka pastikan kalian pilih yang mengandung unsur Nitrogen yang lebih tinggi dari unsur P dan K.
  4. Lakukan Pembersihan Gulma yang mengganggu, hal ini berguna agar melancarkan penyerapan pupuk dan unsur hara agar tidak diserap oleh gulma.
  5. Lakukan Pembasmian Hama, dalam setiap tanaman pasti ada yang namanya hama, untuk jenis hama pada tanaman buah naga dapat berupa bekicot dan ulat, hama jenis ini dapat dibasmi secara manual, berbeda ketika jenis hama yang menyerang berupa cendawan dan kutu putih yang harus dibasmi dengan bipoestisida yang terbuat dari campuran daun pahitan, limbah tembakau dan air dengan perbandingan 1 : 1 : 2, campuran ini kalian masukkan ke dalam wadah dan diamkan selama 1 bulan untuk kemudian nantinya siap dipakai.
  6. Lakukan Penerangan yang Cukup, tanaman buah naga sangat membutuhkan pancaran sinar matahari secara langsung, apabila ditanam di tempat tertutup maka buah naga tidak akan berbuah, untuk itu pastikan penerangan cukup dan tidak terlalu gelap.

7. Panen

 

Langkah terakhir dalam menanam tanaman buah naga ialah lakukan pemanenan buah naga, ada dua tahapan yang harus diperhatikan ketika melakukan pemananen, diantaranya:
  1. Pada saat panen
    • Ukuran buah naga yang siap dipanen memiliki berat sebesar 400 hingga 700 gram
    • Jarak waktu antara bunga dan buah yang sudah matang ialah 35 hari, pilih buah yang warnanya sudah merah pekat
    • Apabila ditempatkan di suhu udara normal yang langsung terkena udara terbuka, buah naga bisa tahan selama 10 hari. Berbeda ketika buah naga ditempatkan di dalam lemari es, bisa tahan hingga 1 bulan lamanya.
  2. Pada saat pasca panen
    • Lakukan pemupukan yang telah dicampur dengan kapur pertanian setelah 2 bulan pada saat panen
    • Buah naga panen pada setiap 6 bulan sekali.

Buah naga menjadi primadona oleh sebagian orang yang menyukai cita rasa dan warna yang menggoda. Kalau kalian menyukai dalam mengonsumsi buah naga secara langsung ataupun dibuat jus, pastinya sangat menginginkan memiliki kebun buah naga sendiri.
Menanam buah naga cukup mudah. Kalian tinggal ikuti beberapa langkah yang telah dijelaskan diatas saja. Semoga cara diatas dapat diterapkan bagi kalian para pemula yang hendak ingin memulai peluang bisnis di dunia pertanian khususnya dalam hal penanaman buah naga.
Selamat mencoba dan semangat!



 

 

Pohon Semangka

Cara Menanam Semangka Yang Benar!

 

Semangka merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki rasa buah yang manis, menyegarkan, serta memiliki banyak kandungan air yang banyak.
Bagi kalian yang suka berbelanja ke pasar atau ke toko-toko buah, maka semangka merupakan salah satu jenis buah yang tidak pernah absen kehadirannya, hampir di setiap toko-toko buah yang ada di Indonesia menjual buah semangka ini, saking populernya buah semangka ini maka tak heran buah ini menyebar ke seluruh Indonesia bahkan di dunia sekalipun.
Karena kepopulerannya tersebut sangat tinggi, maka tak heran buah semangka ini memiliki banyak sekali manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh, kandungan vitamin yang terkandung di dalam buah ini memiliki khasiat yang baik untuk tubuh kita.
Mungkin selama ini kalian hanya mengira bahwa buah semangka ini hanya sebagai pelepas dahaga untuk menyegarkan tubuh dikala cuaca sedang panas, namun dibalik itu buah semangka memiliki banyak sekali manfaat lain yang terkandung, seperti contohnya:
  1. Buah semangka dapat menurunkan tekanan darah tinggi karena memiliki kandungan air dan kalium pada daging buah,
  2. Kemudian, buah semangka dapat mengobati dan mencegah penyakit kanker karena memiliki kandungan antioksidan yang tinggi sehingga dapat menyehatkan dan me-recovery sel-sel tubuh kita
  3. Manfaat selanjutnya, buah semangka dapat meningkatkan vitalitas bagi kaum pria, karena memiliki kandungan likopen yang berfungsi untuk meningkatkan gairah seksual pada pria serta dapat meningkatkan kesuburan pada pria maupun wanita,
  4. Kemudian, buah semangka bermanfaat untuk menurunkan berat badan, karena memiliki kandungan serat yang tinggi serta buah ini terbebas dari lemak jahat.
  5. Manfaat yang terakhir ialah, buah semangka dapat mengatasi pencegahan penyakit sariawan karena mengandung banyak sekali vitamin C, serta dapat menurunkan demam dan dapat mencegah penyakit asma.

Cara Menanam Buah Semangka

 

 


Bagi kalian yang telah mengonsumsi buah semangka, selamat, kalian merupakan salah satu orang yang beruntung telah memakan hasil alam yang sangat bermanfaat ini.
Dan bagi kalian yang telah menanam dan membudidayakan buah semangka ini, selamat, kalian lebih beruntung dari orang yang hanya sekedar mengonsumsinya saja, karena buah semangka ini merupakan salah satu buah yang dapat menghasilkan pendapatan yang baik dan memiliki peluang yang sangat menjanjikan.
Sebab, permintaan pasar akan buah semangka ini masih tergolong sangat tinggi.
Buah semangka ini bisa ditanam di lahan yang luas ataupun hanya sekedar menanam di pot atau polybag, namun untuk ukuran dari pot atau polybag nya sendiri haruslah memiliki ukuran yang lebih besar dari ukuran normal mengingat ukuran dari buah ini sebesar bola basket.
Cara menanam nya pun tidaklah terlalu sulit, asalkan kalian tekun dan rajin, maka bukan tidak mungkin buah semangka yang kalian tanam mendapatkan hasil panen yang melimpah dan maksimal. Bagaimana cara menanam buah semangka? Simak langkah-langkah berikut ini.

Langkah Pertama : Penentuan Lokasi Tanaman Buah Semangka

 

 


Langkah pertama dalam penanaman buah semangka yang baik dan benar tidak lepas dari cara kalian menentukan lokasi yang nantinya akan digunakan sebagai media tanam dari tanaman buah semangka. Penentuan lokasi tanam ini tentunya dibutuhkan lokasi yang sesuai dengan syarat-syarat tumbuh yang harus dipenuhi oleh tanaman buah semangka, seperti:
  1. Tanaman buah semangka haruslah ditanam di lokasi yang memiliki curah hujan antara 40 hingga 50 mm per bulan.
  2. Tanaman buah semangka dapat tumbuh secara maksimal pada ketinggian 0 hingga 1000 meter di bawah permukaan laut.
  3. Selanjutnya, tanaman buah semangka memerlukan pancaran sinar matahari secara langsung sepanjang hari untuk membantu dalam berfotosintesis, usahakan jangan ditanam di lokasi yang tertutup.
  4. Kemudian agar mendapatkan kualitas buah semangka dengan kualitas yang tinggi, usahakan kalian tanam buah semangka di tempat yang memiliki suhu tanah berkisar 20 hingga 35 derajat celcius. Apabila lokasi tempat penanaman buah semangka memiliki suhu tanah di bawah 20 derajat celcius maka pertumbuhan tanaman buah semangka menjadi sangat lambat. Kelembaban udara yang terlalu tinggi akan mendorong perkembangan penyakit yang timbul, terutama cendawan patogen.
  5. Pada saat penanaman, tanaman buah semangka membutuhkan tanah yang gembur dan subur untuk menopang pertumbuhannya. Syarat tanah agar menjadi subur ialah tanah yang memiliki tekstur lempung berpasir serta mengandung berbagai unsur hara.
  6. Syarat terakhir yang harus dipenuhi agar tanaman buah semangka dapat tumbuh di lokasi yang cocok ialah kalian perhatikan kondisi pH tanah yang berada di lokasi, pH tanah yang dianjurkan sebesar 6 hingga 6,7. Apabila pH tanah yang telah kalian ukur dengan alat pengukur pH tanah belum memenuhi angka 6 hingga 6,7 atau bahkan melebihi dari angka tersebut, maka kalian lakukan proses pengapuran dengan kapur doloit dengan dosis 1 ton per hektar lahan.

Langkah Kedua : Pengolahan Tanah Tanaman Buah Semangka

pengolahan tanah semangka

Setelah syarat-syarat tersebut terpenuhi, langsung saja kalian lakukan persiapan lebih lanjut dengan mempersiapkan proses pengolahan tanah pada lahan yang telah disiapkan.
Untuk tanah yang lebih gembur, maka kalian lakukan proses penggemburan tanah dengan cara mencangkul atau membajaknya dengan menggunakan cangkul.
Proses pembajakan ini juga tidak hanya bertujuan untuk menggemburkan tanah, tetapi juga dapat membersihkan rumput-rumput liar yang ada pada lahan.
Kemudian setelah proses pembajakan, maka kalian buatlah bedengan atau semacam gundukan tanah yang berguna sebagai media tanam dan berguna agar terhindar dari air yang tergenang dikala hujan datang, karena dengan membuat bedengan, maka lahan tanam menjadi ada semacam daerah resapan air atau drainase nya sendiri yang berguna untuk menyerap air ketika air tergenang.
Buatlah bedengan dengan memiliki ukuran lebar sebesar 200 cm sementara untuk tingginya yaitu sekitar 40 cm dan untuk panjangnya dapat disesuaikan dengan luas lahan yang ada.
Untuk jaraknya sendiri, beri jarak sekitar 100 hingga 150 cm, kemudian kalian buat lubang tanam di atas bedengan yang telah dibuat dengan ukuran 30 cm × 30 cm × 30 cm.

bedengan semangka

Setelah kalian membuat bedengan-bedengan, maka kalian lakukan pemberian pupuk pada setiap lubang yang telah kalian buat, pupuk yang diberikan ialah jenis pupuk dengan kandungan fosfor (P2O5) yang dicampur dengan mikro-nutrisi lainnya sebanyak 50 kg per 100 meter persegi lahan.

Langkah Ketiga : Pembibitan Tanaman Buah Semangka

Langkah Ketiga : Pembibitan Tanaman Buah Semangka

Langkah ketiga dalam proses penanaman tanaman buah semangka agar mendapatkan hasil yang maksimal ialah lakukan proses pembibitan.
Kalian bisa mencari bibit-bibit buah semangka secara online ataupun secara offline dengan mendatangi toko-toko penjualan benih tanaman.
Apabila kalian menginginkan kualitas buah semangka yang bagus ketika di panen nanti, maka kalian dapat menggunakan benih bibit yang berkualitas adalah dengan jenis hibrida impor, bibit buah semangka ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu triploid dan haploid.
  1. Pada bibit jenis triploid maka sebaiknya dilakukan penyayatan bijinya terlebih dahulu atau direnggangkan bijinya terlebih dahulu, karena cangkang pada biji dari bibit buah semangka ini tergolong cukup keras. Kemudian setelah direggangkan, kalian rendam biji ini di dalam air hangat selama kurang lebih 30 menit dan tiriskan hingga kering sehingga kemudian bibit siap untuk dikecambah dan di pindahkan untuk di tanam pada lahan yang telah diolah.
  2. Untuk bibit jenis kedua yaitu haploid, berbeda dengan yang triploid, untuk bibit jenis haploid ini tidak perlu melakukan penyayatan terhadap bijinya, kalian hanya tinggal melakukan penyemaian saja.

Kemudian, berikut adalah tahapan pembibitan pada tanaman buah semangka agar dapat tumbuh dengan maksimal, diantaranya:
  1. Pertama-tama kalian beli bibit tanaman semangka di toko-toko pertanian baik online ataupun offline
  2. Rendam bibit tanaman buah semangka dengan air bersih selama semalam.
  3. Setelah itu, biji yang telah di rendam, kalian tiriskan dan keringkan serta bungkus dengan kain untuk kemudian digantung selama sehari semalam sampai nantinya tumbuh tunas.
  4. Berikutnya, kalian siapkan polybag kecil yang telah terisi tanah serta campuran pupuk kandang atau pupuk organik dengan perbandingan 3 : 1, polybag tersebut kalian masukkan bibit sedalam kurang lebih 3 cm.
  5. Kemudian kalian siram bibit seperlunya, jangan sampai tergenang oleh air tetapi harus tetap dalam keadaan lembab
  6. Tunggu waktu selama 1 minggu agar bibit sudah siap untuk di pindahkan ke media tanam.

Langkah Keempat : Proses Penanaman Tanaman Buah Semangka

Langkah Keempat : Proses Penanaman Tanaman Buah Semangka
Langkah berikutnya setelah kalian melakukan proses penyemaian pada bibit tanaman buah semangka ialah, kalian lakukan proses penanaman.
Proses ini memerlukan tingkat konsentrasi dan kehati-hatian, serta ketenangan, karena apabila dilakukan secar asal-asalan maka dijamin tanaman buah semangka tidak akan berbuah atau bahkan bisa busuk dan gagal panen, oleh karena itu perhatikan langkah-langkah berikut ini:
  1. Pertama-tama, setelah 10 hari setelah kalian melakukan penanaman bibit pada media semai, kalian pindahkan bibit tersebut ke media tanam berupa lahan yang telah diolah dan diberi pupuk sebelumnya, proses pemindahannya pun kalian lakukan dengan sangat hati-hati jangan sampai ada batang atau akar yang patah.
  2. Langkah yang kedua ialah kalian tanam bibit yang telah dipindahkan tadi ke media bedengan dengan jarak antara 1 baris dengan baris lainnya sebesar 1,5 hingga 2 meter. Apabila saluran irigasi di lokasi penanaman bekerja dengan sangat baik, maka kalian dapat menanam tanaman buah semangka dengan lebih rapat lagi.
  3. Perlu diperhatikan langkah selanjutnya jangan menanam di lubang tanam yang terlalu dalam, kalian bisa tanam dengan ukuran kedalaman sebesar 8 hingga 10 cm hingga akarnya tertanam cukup kuat.
  4. Setelah itu, kalian bisa memberi lapisan mulsa plastik agar tanah tetap dalam keadaan suhu yang hangat. Karena hal ini akan menjaga kelembaban pada tanah dari penguapan yang terjadi, pemberian mulsa plastik juga dapat mempercepat umur panen hingga 2 pekan lebih awal dari waktu panen yang telah ditentukan.
  5. Kalian beri pupuk yang memiliki kandungan Boron sebanyak 2 kg per 100 meter persegi dan Sulfur sebanyak 25 kg per 100 meter persegi. Apabila daerah lokasi tempat penanaman kalian memiliki curah hujan yang tinggi dan hampir setiap waktu hujan maka kalian beri pupuk dengan dosis yang lebih tinggi dari yang dianjurkan.

Langkah Kelima : Proses Pemeliharaan Tanaman Buah Semangka

Langkah Kelima : Proses Pemeliharaan Tanaman Buah Semangka
Untuk proses pemeliharaanya kalian lakukan beberapa langkah yaitu:
  1. Dari mulai proses penyiraman tanaman, penyiraman dilakukan untuk menjaga kandungan air di dalam tanah serta demi menjaga tanah agar tetap lembab. Kalian dapat melakukan penyiraman sekurang-kurangnya 4 hingga 5 hari sekali jika musim penghujan datang.
  2. Apabila kalian menanam di tanah yang berpasir lalu cuaca menjadi kering, kalian lakukan penyiraman sehari sekali.
  3. Jaga agar jangan sampai terlalu banyak memberikan air, karena tanaman buah semangka sangat tidak tahan akan genangan air.
  4. Ketika buah dan Bunga sudah mulai muncul maka kurangi intensitas penyiramannya.
  5. Seminggu setelah penanaman, kalian perhatikan apakah ada tanaman yang rusak, apabila ada yang rusak, dapat kalian ganti dengan yang baru. apabila ada yang rusak, dapat kalian ganti dengan yang baru
  6. Kemudian proses berikutnya ialah proses pemupukan lanjutan. 3 pekan setelah penanaman, kalian baru bisa menambahkan pupuk dengan kandungan Nitrogen dan Potassium dengan masing-masing takaran sebanyak 20 hingga 25 kg.
  7. Kemudian penambahan pupuk berlanjut hingga ke 3 pekan berikutnya, kalian dapat menambahkan jumlah pupuk yang sama. Kalian taburkan pupuk di sekitar tanah yang dekat dengan tunas yang telah tumbuh. menambahkan jumlah pupuk
  8. Untuk proses pemeliharaan tanaman buah semangka selanjutnya ialah kalian lakukan proses penyiangan tanaman. Apabila tanaman sudah tumbuh, kalian dapat mulai memangkas daun-daunnya agar pertumbuhan dapat difokuskan kepada kemunculan bunga dan pertumbuhan buahnya saja. Kemudian batang pun ikut dipangkas pada setiap ruas kelima.
  9. Pangkas juga tunas-tunas sampingan yang tumbuh, kalian hanya membutuhkan 3 cabang samping. Lakukan proses penyiangan ini secara rutin setiap satu pekan sekali.

Langkah Keenam : Proses Pemanenan Tanaman Semangka

Langkah Keenam : Proses Pemanenan Tanaman Semangka

Inilah langkah terakhir ketika kalian menanam tanaman buah semangka, yang tak lain tak bukan adalah proses pemanenan. Tanaman buah semangka yang telah siap untuk di panen memiliki beberapa ciri-ciri, diantaranya:
  1. Memiliki buah yang cukup berat
  2. Daun pada buah semangka sudah mulai agak layu
  3. Buah semangka akan berbunyi berat apabila ditepuk dengan menggunakan telapak tangan.
Apabila tanaman buah semangka yang kalian tanam telah mencapai ciri-ciri diatas, maka buah semangka sudah siap untuk dipanen, kalian lakukan pemanenan pada setiap pagi hari.
Caranya ialah kalian potong tangkai buah dengan menggunakan pisau atau alat pemotong lain, pastikan pisau atau alat pemotong lainnya dalam kondisi yang telah diasah tajam.
Sisakan tangkai kurang lebih 3 hingga 5 cm dari pangkal buah. Setelah semua semangka yang telah di panen terkumpul, usahakan agar tidak ditumpuk dan tempatkan pada tempat yang memiliki suhu udara yang sejuk.

Seperti itulah cara menanam tanaman buah semangka, permintaan akan buah semangka di pasaran cukup tinggi, maka dari itu marilah kita berbondong-bondong untuk mulai menanam tanaman buah semangka ini, selain karena rasanya yang sudah pasti manis, menyegarkan, kaya akan kandungan vitamin dan juga dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, tanaman buah semangka dapat dijadikan bisnis yang menguntungkan bagi kalian.
Memang dalam menanam tanaman buah semangka ini diperlukan waktu yang tidak sebentar serta tingkat ketelitian dan ketekunan yang tinggi, namun hal itu sebanding dengan apa yang didapat ketika panen datang, yaitu buah semangka yang manis dan menyegarkan serta memiliki nilai jual tinggi apabila kualitas buah semangka sangat baik.

Selamat mencoba menanam dan membudidayakan tanaman buah semangka, semoga hasilnya memuaskan dan tetap semangat!


Pohon Jeruk Madu

Cara Menanam Jeruk Beserta Perawatan yang Baik Agar Buah Manis Lengkap Dengan Tips Memanen

 

 

Perlu kita ketahui bahwa tanah air kita ini memiliki tingkat kesuburan tanah yang tinggi dengan iklim tropis. Karena itu berbagai potensi alam tersedia berlimpah, terutama dalam sektor pertanian, perikanan, dan kelautan.

Keanekaragaman hayati nan amat luas itu seharusnya mampu menjadikan Indonesia menjadi negara adidaya yang menguasai pasar dunia dalam sektor agribisnis.
Akan tetapi justru sebaliknya, sektor agribisnis belum bisa digarap secara maksimal. Teknologi informasi sangat penting dan dibutuhkan bagi para pelaku agribisnis supaya produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk non-pribumi, terutama buah impor.
Untuk mendapatkan buah dengan kualitas unggul tentu dibutuhkan ilmu dan pengalaman yang cukup. Oleh karena itu pada artikel kali ini saya kan mencoba menuliskan tips bagaimana menanam jeruk yang baik dan benar.
Sebelum menanam kamu perlu memperhatikan hal berikut.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan

 

 

1. Syarat Tumbuh

Tanaman jeruk akan tumbuh baik di ketinggian 0-400 M dpl, dengan iklim suhu udara 25ºC – 30ºC atau rata-rata 20ºC, serta curah hujan tidak lebih dari 100 mm atau 1200 mm per bulannya, dan kelembapan udara 50% – 85% dengan minimal 3 bulan kering.
Penanaman harus berada di tempat terbuka atau tempat yang mendapatkan cukup sinar matahari, penanaman di dataran tinggi menjadikan kulit buah tebal dan rasanya pun tidak manis.
Tanah yang baik untuk ditanami jeruk adalah tanah yang gembur serta terdapat kandungan organik tinggi. Selain itu juga harus ada irigasi dan drainase dengan nilai keasaman (pH) 6-7.

2. Memilih Lokasi

Hal pertama yang mesti kamu lakukan adalah memilih lokasi terbaik yaitu lokasi yang memiliki cuaca hangat, cukup sinar matahari, dan menghadap ke selatan atau barat.
Ketinggian suatu lahan juga mempunyai peran penting, beberapa varietas menginginkan ketinggian lahan yang berbeda.
Sebagai contoh, budidaya jeruk nipis itu baik di ketinggian antara 700-1.200. Sedangkan untuk jeruk besar yang ada di Bali dan Madiun justru akan bagus ditanam pada ketinggian 1-700 M dpl.
Pertimbangkan juga faktor curah hujan di lokasi penanaman, meski setiap varietas membutuhkan curah hujan berbeda-beda tetapi yang menjadi patokan adalah sekitar 5-9 bulan musim penghujan.
Pilih lahan yang tidak tertutupi oleh pepohonan agar sinar matahari sampai ke tanaman dengan baik. Menanam jeruk akan lebih baik jika penanaman dilakukan pada lahan sawah atau tegal yang tidak terhalang oleh pohon lain.
Sementara untuk media tanam yang baik adalah pada jenis tanah andosol atau latosol (tanah lempung berpasir yang kaya akan kandungan humus).
Apabila sifat tanah terlalu asam, alangkah baiknya diberikan kapur dolomite guna menetralkan pH tanah, pH yang baik untuk menanam jeruk itu antara 5-6.

3. Tentukan Jenis Pohon

Tips memilih bibit jeruk yang baik :
  • Memilih jenis pohon jeruk yang ingin kamu tanaman, kamu bisa memilih (jeruk buah manis, jeruk nipis, grapefruit, dan sebagainya.
  • Perhatikan bahwa bibit memang terhindar dari segala jenis penyakit atau hama tanaman
  • Pilih bibit yang mempunyai tingkat kesamaan 95% dengan induknya
  • Lihat pertumbuhannya dari mulai daun lebat atau tidak, batang kuat atau tidak, atau goyang saat diangkat
  • Memiliki akar serabut yang banyak, jika akar tunggang carilah dengan ukuran sedang
  • Cara yang lebih aman yaitu membeli bibit yang sudah mempunyai sertifikat dari penangkaran bibit
  • Tanyakan kepada penjual bibit tentang iklim yang pas untuk penanaman jenis tertentu.
  • Cari informasi seputar pengetahuan kapan jenis jeruk yang kamu tanam berbuah.
Selain penentuan bibit unggul, memilih bibit dengan varietas yang sesuai dengan permintaan pasar juga perlu diperhatikan. Dan yang paling penting itu pilihlah jenis jeruk dengan harga stabil juga diminati boleh banyak pasar.

Cara Menanam Pohon Jeruk

cara menanam pohon jeruk





Jika kamu sudah mendapatkan bibit unggulan maka langkah selanjutnya adalah melakukan penanaman, dengan cara seperti ini :
  • Menanam yang baik itu ketika akan jatuh (di awal) musim penghujan sekitar (Oktober – Desember)
  • Membuat lubang tanam dengan ukuran ideal 30 x 30 cm
  • Perhatikan jarak tanaman, yang bagus itu 5 x 5 cm
  • Sebelumnya bibti ditanam berikan terlebih dahulu pupuk kandang hingga 1/4 dari lubang, tambahkan pupuk NPK kurang lebih 1 genggam, aduk bersama pupuk kandang yang sudah bercampur dengan tanah
  • Setelah itu letakkan bibit dengan posisi tegak berdiri
  • Urug tanah serta beri tekanan pada setiap sudut hingga bibit tidak goyah
  • Penyiraman dilakukan apabila tanah mengering
  • Terakhir selalu kontrol tanaman kamu dengan rutin

Cara Menanam Jeruk dari Biji

cara menanam pohon jeruk




Pembibitan jeruk juga bisa kamu peroleh dari bibitnya atau biasa disebut cara generative. Berkut caranya :
  1. Belah jeruk dan peras ambil bijinya
  2. Diamkan biji dalam wadah terbuka dan letakkan di lokasi yang tidak terkena sinar matahari langsung selama 3 hari sampai lendir yang ada pada biji mengering
  3. Sambil menunggu waktu, kamu bisa menyiapkan area penyemaian dengan mengolah tanah sedalam 30 cm dan buatlah petakan berukuran 1m x 1m
  4. Tambahkan pupuk kandang untuk menambah kesuburan area persemaian
  5. Setelah itu tanamlah biji ke dalam area persemaian dengan jarak 2 cm , lalu tutup kembali dengan tanah dan siram dengan air secukupnya
  6. Pada bagian atas berilah pengayoman atau atap peneduh guna menghindari benih jeruk dari terpaan sinar matahari langsung
  7. Saat usia 3-5 bulan dan tinggi 20 cm kamu bisa pindahkan benih ke dalam polybag ukuran 15×35 cm yang berisikan campuran sekam pasir halus serta pupuk kandang dengan komposisi 1 : 1 : 1.

Perawatan dan Pemeliharaan



Setelah memahami bagaimana cara menanam yang baik maka tahap selanjutnya yaitu melakukan perawatan dan pemeliharaan dengan baik. Berikut caranya.

1. Pencahayaan & Penyinaran

Dalam satu hari setidaknya 5 jam terkena sinar matahari dan jangan lupa menyiramnya.

2. Penyiraman dan Pemupukan

Untuk pemupukan, bisa menggunakan NPK secara rutin setiap 4 bulan sekali dengan dosis 25 gram setiap satu tabulompat (Tanaman Buah Dalam Pot).
Seiring bertambahnya umur, dosis pupuk juga wajib ditambah menjadi 50 gram per tanaman, menjadi 100, dan seterusnya.

3. Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan agar masing-masing tanaman tidak saling berebut saling tersinggung, selain itu juga bertujuan agar tanaman lebih terlihat rapih dan cantik.
Apabila ada satu ranting yang terkena serangan penyakit, maka secepatnya potong ranting tersebut.
Pemangkasan ranting dilakukan dengan sistem 1-3-9 ditambah 3 ranting tersier dari tiap-tiap ranting sekunder. Ranting primer diatur jaraknya, minimal 10 cm antara ranting.
Dan ranting primer, sekunder, dan tersier dipotong kira-kira panjangnya 30-40 cm dari pangkal ranting.

4. Selalu Cek Kesehatan Daun

Salah satu yang menyebabkan daun rusak yaitu kutu daun, hama berukuran kecil ini memiliki ciri utama warna hitam, hidup berkelompok, dan biasanya menyerang bagian tunas atas daun muda.
Sedangkan ciri-ciri tanaman yang terkena kutu adalah pada bagian daun terlihat menggulung, tak hanya itu kutu-kutu tersebut juga mampu mengeluarkan cairan manis.
Sehingga akibat dari itu semut akan saling berdatangan menggerogoti daun tanaman. Yang lebih parahnya lagi kalau kutu tersebut menyerang bagian bunga, bisa jadi bakal gagal panen.
Apabila kutu menyerang bagian ranting maka segera potong ranting tersebut dan agar lebih aman, bakar rantingnya. Bisa juga dengan memberikan insektisida berupa cairan pembasmi seperti Curacon 500EC atau Desic 2,5EC.
Bisa juga memakai insektisida berbahan organik, yang menjadi perhatian saat penyemprotan insektisida adalah (jangan sampai terkena pada bagian buah).

Penentuan Panen

cara menanam pohon jeruk


Panen yang baik itu dilakukan pada saat buah sudah masak optimal, yang ditandai dengan berubahnya warna kulit. Apabila dihitung dari segi usia biasanya 28-36 minggu terhitung dari benih itu sudah bisa dipanen (tergantung varietas).
Memetik jeruk menggunakan gunting, tujuannya adalah untuk menghindari kerusakan pada tangkai. Biasanya 1 tanaman jeruk mampu menghasilkan 300-400 buah jeruk setiap tahunnya. Pada varietas lain mampu hingga 500 buah.
Di Indonesia hasil panen hanya mampu menghasilkan sekitar 5,1 ton buah jeruk per hektarnya. Angka tersebut merupakan angka yang sangat jauh jika dibandingkan dengan negara-negara beriklim subtropis yang bisa menghasilkan 40 ton jeruk per hektarnya.

Penanganan Pasca Panen





Pasca panen merupakan faktor penting yang berkaitan erat dengan proses pemasaran serta target pasar yang akan dituju. Berikut adalah hal yang perlu dilakukan ketika masa panen.
  1. Sortir jeruk dan tempatkan pada lokasi yang teduh dan bersih
  2. Sebelum pengiriman, simpanlah jeruk di dalam ruangan dengan suhu 8 – 10ºC
  3. Kemas jeruk dengan baik, agar terlihat menawan sehingga otomatis harga akan naik
 Semoga tulisan ini bermanfaat bagi semua nya ya.. Selamat mencoba menanam pohon jeruk nya...!!!